Jumat, 16 September 2011

Pengertian, Perbandingan dan Perbedaan Kriminologi dan Viktimologi

Kriminologi dan Viktimologi
(Materi Semester III, Fakultas Hukum)
Universitas Muslim Indonesia
Makassar





        Sebagaimana layaknya pengertian viktimologi adalah ilmu pengetahuan tentang korban. pengertian tersebut sudah tampak teremasuk suatu disiplin ilmu pengetahuan atau ada yang beranggapan bahwa viktimologi hanya cabang dari kriminologi. Orang yang pertamakali memakai istilah ini adalah orang Israel Beniamin Mendelsohn beliau juga dianggap sebagi founding father viktimologi. Kedudukan viktimilogi maka jelas menjadi ilmu yang mandiri baik dalam arti sempit, luas atau baru. Tujuan viktimologi yaitu”
1.To analize the manifold aspect of the victim;s problem
2.To explain the causes for victimization
3.To develop a system of measure for reducing human suffering
Dari semua tujuan viktimologi terletak pada tujuan ke 3 jadi pada dasarnya viktimologi untuk mengurangi penderitaan yang ada dalam masyarakat serta menjamin kehidupa nnya.

       Kriminologi adalah ilmu pengetahuan tentang kejahatan istilah ini digunakan pertamakali oleh antropolog prancis Topinard yang istilah sebelumnya antropologi criminal dalam perkemba ngannya ada kriminologi klasik,positip dan kritis yang tentunya berbeda pandangan satusama lain sesuai paradigmanya tujuan da n keduduklan nya jelas mempelajari kejahata n dari berbagai aspek tapi terkadang pihak korban tidak dipandang atau tidak di prioritaska n jadi hanya dipandang sebelah mata selain itu juga cendrung memihak Negara atau penguasa.

       Kesimpulannya antara viktimologi dan kriminologi layakinya seperti Daud dan Goliath yang dimana daud hanya berbadan kecil dan memiliki keberanian dalam memperjuangkan haknya sedangkan goliath yang besar memiliki kekuasaan untuk berkehendak semaunya sesuai penguasa yuang berkuasa.

        Perbandingan antara Viktimologi dan Kriminologi  Viktimologi merupakan bidang spesialisasi dalam kriminologi. Viktimologi memiliki hal paralel dengan kriminologi. Kriminolog bertanya mengapa orang tertentu melanggar hukum dan orang lainnya tidak. Viktimolog bertanya mengapa beberapa individu, rumah tangga dan organisasi menjadi korban sedangkan yang lainnya tidak. Kriminolog melihat bahwa kadang-kadang banyak orang melanggar hukum, kadang-kadang mematuhi hukum; hanya sedikit orang yang menjadi penjahat. Viktimolog menyadari bahwa setiap orang dapat kurang beruntung berada di tempat dan waktu yang salah tetapi heran mengapa ada orang yang sering menjadi korban. Kriminolog mengkaji bagaimana kondisi sosial, ekonomi dan politik memicu tindakan kriminal. Viktimolog mengkaji sifat orang, faktor sosial, dan budaya yang memaksa seseorang untuk mengambil resiko dan membahayakan hidupnya.                  Kriminolog dan viktimolog memiliki metode mengumpulkan dan menginterpretasi data. Kriminolog mengumpulkan dan menganalisa informasi tentang individu yang melakukan tindakan ilegal, seperti umur dan latar belakang. Viktimolog melihat statistik tentang umur dan latar belakang sosial orang-orang yang menjadi korban tindakan ilegal. Kriminolog menerapkan temuan mereka untuk membuat strategi pencegahan kejahatan; viktimolog menggunakan pola dan trend untuk mengembangkan dan menguji taktik mengurangi resiko.               
         Kriminolog dan viktimolog mempelajari bagaimana kerja sistem peradilan pidana. Kriminolog mengawasi bagaimana tersangka, terdakwa, dan terpidana diadili; viktimolog mengkaji cara korban diperlakukan oleh polisi, jaksa, pengacara, dan hakim. Kriminolog menilai perlunya pelaku kejahatan mendapatkan bimbingan, terapi, pendidikan, pelatihan kerja, dan perawatan obat. Viktimolog ingin mendiagnosa masalah emosional yang dirasakan orang setelah disakiti oleh penjahat, dan menguji manfaat program yang dirancang untuk membantu pemulihan mereka. Kriminolog menghitung biaya sosial dan ekonomi dari kegiatan kriminal bagi komunitas atau masyarakat keseluruhan. Viktimolog mengukut kerugian dan biaya pribadi yang ditanggung individu akibat tindakan kekerasan, pencurian atau penipuan.
         Kriminologi dan viktimologi juga memiliki perbedaan. Kriminologi berusia ratusan tahun, sedangkan viktimologi hanya puluhan tahun. Kriminolog sepakat hanya membahas kegiatan ilegal. Viktimolog belum mencapai konsensus tentang batas bidang ilmu mereka. Namun mayoritas viktimolog percaya bahwa fokus ilmu ini hanya pada viktimisasi kriminal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar